Rabu, 18 Juni 2014

Pengaruh Kegiatan Ekstrakulikuler Terhadap Prestasi Siswa



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

Salah satu wadah pembinaan siswa disekolah adalah kegiatan ekstrakulikuler. Melalui kegiatan ekstrakulikuler siswa dapat mengembangkan bakat, minat dan kemampuannya. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ekstrakulikuler dibimbing oleh guru, sehingga waktu pelaksanaan berjalan dengan baik.
Dengan demikian, kegiatan ekstrakulikuler disekolah ikut andil dalam menciptakan tingkat kecerdasan yang tinggi. Melalui kegiatan ekstrakulikuler siswa dapat bertambah wawasan mengenai mata pelajaran yang erat kaitannya dengan pelajaran diruang kelas , dan biasanya yang membimbing siswan dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler adalah guru bidang studi yang bersangkutan.
Melalui kegiatan ekstrakulikuler juga siswa dapat menyalurkan bakat, minat dan potensi yang dimiliki. Biasanya siswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler akan terampil dalam berorganisasi, mengelola, memecahkan masalah sesuai karakteristik ekstrakulikuler yang digeluti. Berdasarkan keterangan diatas kami tertarik untuk meneliti “Pengaruh Kegiatan Ekstrakulikuler terhadap Prestasi Siswa”.


B.    Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas, rumusan masalah yang dapat ditarik adalah :
a.    Bagaimana siswa menyeimbangakan kegiatan ekstrakulikuler dengan prestasi siswa ?
b.    Apakah ekstrakulikuler dapat mempengaruhi nilai akademik siswa ?


C.   Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah :
a.    Untuk mengetahui bagaimana siswa menyeimbangkan kegiatan ekstrakulikuler dengan prestasi siswa?
b.    Untuk mengetahui pengaruh ekstrakulikuler terhadap nilai akademik siswa.





BAB II
PENELITIAN KEPUSTAKAAN

A.    Penemuan Yang Lalu
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan oleh para ahli dan peneliti lain menunjukan bahwa ekstrakulikuler tidak mempengaruhi prestasi belajar siswa.

B.    Teori Yang Mendasari
Kata ekstrakulikuler terdiri dari dua suku kata , yaitu extra dan kulikuler, menurut kamus ekxtra dapat dikatakan sebagai tambahan, diluar , melampaui, disamping. Sedangkan kulikuler berasal dari kurukulum. Menurut pendapat lama kurukulum dapat diartikan sebagai berikut             :
1.    Kurikulum diartikan sebagai pengalaman belajar yang telah diperoleh siswa disekolah.
2.    Kurikulum diartikan sebagai rencana belajar siswa.
Sedangkan ahli lain berpendapat bahwa menurut pendapat baru, kurikulum diartikan sebagai tujuan-tujuan pengajaran , pengalaman-pengalaman belajar, alat0alat pelajaran dan cara-cara penilaian yang direncanakan dan dilaksanakan dalam pendidikan.

C.   Ringakasan dan Kerangka Pikir

Berdasrkan pernyataan diatas dapat disimpulkan bahawa ekstrakulikuler adalah kegiatan belajar siswa diluar jam sekolah yang bertujuan untuk membentuk karakret siswa dan mengembangkan / menyalurkan bakat yang memiliki siswa.

D.   Hipotesis

Berdasarkan penelitian yang telah kami lakukan dapat bahwa pengaruh kegiatan ekstrakulikuler dapat mempengaruhi nilai akademik dan prestasi siswa.





BAB III
METODELOGI

A.    Pemilihan Subjek Penelitian

Dalam suatu penelitian perlu menantukan subjek dan objek penelitian yang menjadi subjek penelitian adalah orang atau responden sebagai sumber data, sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah yang menjadi pusat perhatian peneliti. Subjek  penelitian dapat diuraikan sebagai berikut

A.1       Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah kumpulan unit-unit elementer, atau hal yang menjadi sumber penambilan sampel yang memenuhi syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian. Dalam penelitian ini populasinya adalah kelas X IPS 3.
            A.2       Sampel
Sampel merupakan bagian dari populasi yang diambil dan dipergunakan untuk penelitian yang sifatnya dan karakteristiknya mewakili populasi sebagai subjek penelitian. Jumlah sampel pada penelitian ini 26 siswa dari kelas x ips
B.    Desain dan Pendekatan penelitian
Dalam melakukan penelitian ada dua pendekatan yang digunakan, yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jika data yang diperoleh dalam penelitian disajikan dalam bentuk uraian kata-kata atau kalimat (naratif) bukan dalam bentuk statistik, maka pendekatan yang digunakan adalah kualitatif. Namun, apabila data yang diperoleh dalam penelitian berbentuk angka-angka dan cara pengolahannya menggunakan analisis statistik, maka pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif. Adapun dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.
C.   Pengumpulan Data
Cara memperoleh data dikenal sebagai metode pengumpulan data.  Beberapa contoh pengumpulan data, antara lain : wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa kursioner/angket.




BAB IV
PELAKSANAAN PENELITIAN

A.    Validasi instrumen
Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Setiap variabel diukur dengan menggunakam skala internal, sedangkan skor menggunakan skala likert yang ditentukan dengan tiga alternatif jawaban. Dengan rincian, mendapatkan bobot/nilai 4 (empet) untuk alternatif sangat setuju, untuk alternatif nilai 3 (tiga) setuju, untuk alternatif nilai 2 (dua) untuk alternatif tidak setuju.

B.    Pengumpulan dan Penyajian Data
Untuk mendapatkan ciri khas sebuah nilai bilangan, dalam penyusunan dan penyajian data mentahnya menggunakan ukuran pemusatan (tendensi sentral), terbesar pada suatu perangkat data.

C.   Pengolahan / Analisis Data
Setelah kamu menerima kuesioner/angket dari responden, maka selanjutnya lakukan pengolahan data. Pada penelitian ini diperoleh data yang telah ditulis dalam Tabel berikut.


Setelah data yang dikumpulkan telah diikhtisiarkan dalam tabel, maka langkah selanjutnya adalah analisis terhadap hasil-hasil yang telah diperoleh.
1.    Pengorganisasian Data
Data yangdiperoleh dari hasil menyebabkan angket kepada 26 siswa x ips 3   yang pernah terlihat / dimasukan ke dalam tabel. Kemudian, menghitung setiap jawaban pernyataan tersebut dengan skor tertinggi yang diperoleh yaitu 22 untuk masing-masing kuesioner, dan skor terendah yang diperoleh adalah 0.
2.    Hipotesis statistik
Hipotesis yang dapat disusun yaitu bahwa kegiatan ektrakulikuler berpengaruh terhadap nilai akademik siswa-siswi x ips 3.
3.    Teknik  Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam pengujian Hipotesis diatas adalah ukuran pemusatan atau (tendensi sentral) yaitu Modus. Modus merupakan ukuran pemusatan yang menunjukan frekuensi terbesar pada suatu perangkat data. Dari jumlah skor yang tertera pada tabel diatas langsung dapat ditarik keimpulan sementara dari penelitian ini yaitu bahwa kegiatan ekrakulikuler mempengaruhi nilai akademik siswa.



BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan ektrakulikuler mempengaruhi nilai akademik dan prestasi siswa.

B.    Saran
Setelah ditarik kesimpulan sebagaimana tersebut diatas, selanjutnya kami mengajukan beberapa saran :
1)    Sebaiknya sekolah melengkapi sarana dan prasarana yang diperoleh dalam extra.
2)    Sebaiknya siswa bisa mengatur waktu antara kegiatan belajar dan ektrakulikuler.
3)    Sebaiknya guru bisa mengatur jadwal antara ektra yang satu dengan yang lain tidak bertabrakan.




DAFTAR PUSTAKA

1 komentar: