Rabu, 18 Juni 2014

Kebudayaan Sa-Hunyh



Asal Mula Kebudayaan Sa-Hunyh

           Kebudayaan Sa Huynh ada di pantai Vietnam dari akhir Kebudayaan Logam. Sa Huynh adalah kampung pesisir di selatan Da Nang, diantara Thua Thein dan delta sungai Dong Nai di provinsi Quang Nam, Vietnam.
Kebudayaan ini menghasilkan alat perunggu yang memiliki corak tersendiri.
Pendukung kebudayaan ini adalah masyarakat yang berbahasa Austronesia dari kepulauan Indonesia.yang juga memiliki keahlian tinggi dalam bidang kerajinan bahkan besi sudah digunakan masyarakat Sa Huynh ketika orang-orang Dongson masih memakai perunggu.
Ragam hiasnya juga ditemukan di Taiwan, Thailand, Philipina dan Indonesia.
Ragam hias gerabah Indonesia mendapat pengaruh dari tradisi gerabah Sa Huynh-Kalanay (Vietnam-Filipina) dan tradisi Bau-Melayu (Malaysia Timur). tradisi pembuatan gerabah ini berlangsung sejak zaman Mesolithikum.
Persebaran benda-benda perunggu yang melalui Indonesia
di antaranya yaitu:
1.      Melalui jalur darat ; yaitu Muangthai dan Malaysia terus ke kepulauan
Indonesia.
2.      Melalui jalur laut; yaitu dengan menyebrangi lautan dan terus tersebar di daerah kepulauan Indonesia .
Hasil-hasil kebudayaan sa-huynh :
a)      Lingling-O
Sejenis anting-anting yang khas atau bandul kalung dengan kedua ujungnya berhias kepala hewan(kemungkinan kijang) yang ditemukan pada sejumlah tempat.
Di muangthai,Vietnam,palawan,serawak.
b)      Teempayan kubur
Kebudayaan dalam bentuk tempayan kubur di temukan di sa-huynh termasuk tembikar-tembikar yang berhasil ditemukan itu miliki hiasan-hiasan garis dan bidang yang diisi dengan tera tepian kerang. Kebudayaan sa-huynh memiliki banyak persamaan dengan tempayang kubur yang ditemukan di wilayah laut Sulawesi.
c)      Bejana perunggu




Budaya Sa-Huynh
1.      Ciri-ciri  :
Penemuan kubur tempayan , jenazah ditempatkan dalam tempayan/gerabah.
2.      Pengaruh terhadap Budaya Indonesia            :
Di Indonesia terdapat tradisi gerabah yang memiliki corak seperti kebudayaan Sa-Huynh.
3.      Contoh            :
a.       Anting-anting batu bertonjolan atau biasa disebut Liling-O
b.      Tempayan Kubur yang ditemukan diSa-Huynh memiliki persamaan dengan tempayan kubur yang ditemukan dilaut Sulawesi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar