BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Salah satu wadah pembinaan siswa disekolah adalah
kegiatan ekstrakulikuler. Melalui kegiatan ekstrakulikuler siswa dapat
mengembangkan bakat, minat dan kemampuannya. Dalam pelaksanaannya, kegiatan
ekstrakulikuler dibimbing oleh guru, sehingga waktu pelaksanaan berjalan dengan
baik.
Dengan demikian, kegiatan ekstrakulikuler disekolah ikut
andil dalam menciptakan tingkat kecerdasan yang tinggi. Melalui kegiatan
ekstrakulikuler siswa dapat bertambah wawasan mengenai mata pelajaran yang erat
kaitannya dengan pelajaran diruang kelas , dan biasanya yang membimbing siswan
dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler adalah guru bidang studi yang
bersangkutan.
Melalui kegiatan ekstrakulikuler juga siswa dapat
menyalurkan bakat, minat dan potensi yang dimiliki. Biasanya siswa yang aktif
dalam kegiatan ekstrakulikuler akan terampil dalam berorganisasi, mengelola,
memecahkan masalah sesuai karakteristik ekstrakulikuler yang digeluti.
Berdasarkan keterangan diatas kami tertarik untuk meneliti “Pengaruh Kegiatan
Ekstrakulikuler terhadap Prestasi Siswa”.
B. Rumusan Masalah
Dari
latar belakang diatas, rumusan masalah yang dapat ditarik adalah :
a.
Bagaimana
siswa menyeimbangakan kegiatan ekstrakulikuler dengan prestasi siswa ?
b.
Apakah
ekstrakulikuler dapat mempengaruhi nilai akademik siswa ?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan
dari penelitian ini adalah :
a.
Untuk
mengetahui bagaimana siswa menyeimbangkan kegiatan ekstrakulikuler dengan
prestasi siswa?
b.
Untuk
mengetahui pengaruh ekstrakulikuler terhadap nilai akademik siswa.
BAB II
PENELITIAN KEPUSTAKAAN
A. Penemuan Yang Lalu
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan oleh para
ahli dan peneliti lain menunjukan bahwa ekstrakulikuler tidak mempengaruhi
prestasi belajar siswa.
B.
Teori
Yang Mendasari
Kata ekstrakulikuler terdiri dari dua suku kata , yaitu
extra dan kulikuler, menurut kamus ekxtra dapat dikatakan sebagai tambahan,
diluar , melampaui, disamping. Sedangkan kulikuler berasal dari kurukulum.
Menurut pendapat lama kurukulum dapat diartikan sebagai berikut :
1.
Kurikulum
diartikan sebagai pengalaman belajar yang telah diperoleh siswa disekolah.
2. Kurikulum diartikan sebagai rencana
belajar siswa.
Sedangkan ahli lain berpendapat bahwa menurut pendapat
baru, kurikulum diartikan sebagai tujuan-tujuan pengajaran ,
pengalaman-pengalaman belajar, alat0alat pelajaran dan cara-cara penilaian yang
direncanakan dan dilaksanakan dalam pendidikan.
C.
Ringakasan
dan Kerangka Pikir
Berdasrkan
pernyataan diatas dapat disimpulkan bahawa ekstrakulikuler adalah kegiatan
belajar siswa diluar jam sekolah yang bertujuan untuk membentuk karakret siswa
dan mengembangkan / menyalurkan bakat yang memiliki siswa.
D.
Hipotesis
Berdasarkan penelitian yang telah kami lakukan dapat
bahwa pengaruh kegiatan ekstrakulikuler dapat mempengaruhi nilai akademik dan
prestasi siswa.
BAB III
METODELOGI
A. Pemilihan Subjek Penelitian
Dalam suatu penelitian perlu
menantukan subjek dan objek penelitian yang menjadi subjek penelitian adalah
orang atau responden sebagai sumber data, sedangkan yang menjadi objek
penelitian adalah yang menjadi pusat perhatian peneliti. Subjek penelitian dapat diuraikan sebagai berikut
A.1 Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah
kumpulan unit-unit elementer, atau hal yang menjadi sumber penambilan sampel
yang memenuhi syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian. Dalam
penelitian ini populasinya adalah kelas X IPS 3.
A.2 Sampel
Sampel
merupakan bagian dari populasi yang diambil dan dipergunakan untuk penelitian
yang sifatnya dan karakteristiknya mewakili populasi sebagai subjek penelitian.
Jumlah sampel pada penelitian ini 26 siswa dari kelas x ips
B.
Desain
dan Pendekatan penelitian
Dalam melakukan penelitian ada dua pendekatan yang
digunakan, yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jika data yang
diperoleh dalam penelitian disajikan dalam bentuk uraian kata-kata atau kalimat
(naratif) bukan dalam bentuk statistik, maka pendekatan yang digunakan adalah
kualitatif. Namun, apabila data yang diperoleh dalam penelitian berbentuk
angka-angka dan cara pengolahannya menggunakan analisis statistik, maka
pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif. Adapun dalam penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif.
C.
Pengumpulan
Data
Cara memperoleh data dikenal sebagai metode pengumpulan
data. Beberapa contoh pengumpulan data,
antara lain : wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Dalam
penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa kursioner/angket.
BAB IV
PELAKSANAAN PENELITIAN
A. Validasi instrumen
Instrumen penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Setiap variabel diukur dengan
menggunakam skala internal, sedangkan skor menggunakan skala likert yang
ditentukan dengan tiga alternatif jawaban. Dengan rincian, mendapatkan
bobot/nilai 4 (empet) untuk alternatif sangat setuju, untuk alternatif nilai 3
(tiga) setuju, untuk alternatif nilai 2 (dua) untuk alternatif tidak setuju.
B. Pengumpulan dan Penyajian Data
Untuk mendapatkan ciri khas
sebuah nilai bilangan, dalam penyusunan dan penyajian data mentahnya
menggunakan ukuran pemusatan (tendensi sentral), terbesar pada suatu perangkat
data.
C. Pengolahan / Analisis Data
Setelah kamu menerima
kuesioner/angket dari responden, maka selanjutnya lakukan pengolahan data. Pada
penelitian ini diperoleh data yang telah ditulis dalam Tabel berikut.
Setelah data
yang dikumpulkan telah diikhtisiarkan dalam tabel, maka langkah selanjutnya
adalah analisis terhadap hasil-hasil yang telah diperoleh.
1.
Pengorganisasian
Data
Data yangdiperoleh dari hasil menyebabkan angket kepada
26 siswa x ips 3 yang pernah terlihat /
dimasukan ke dalam tabel. Kemudian, menghitung setiap jawaban pernyataan
tersebut dengan skor tertinggi yang diperoleh yaitu 22 untuk masing-masing
kuesioner, dan skor terendah yang diperoleh adalah 0.
2.
Hipotesis
statistik
Hipotesis yang dapat disusun yaitu bahwa kegiatan
ektrakulikuler berpengaruh terhadap nilai akademik siswa-siswi x ips 3.
3.
Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam pengujian
Hipotesis diatas adalah ukuran pemusatan atau (tendensi sentral) yaitu Modus.
Modus merupakan ukuran pemusatan yang menunjukan frekuensi terbesar pada suatu
perangkat data. Dari jumlah skor yang tertera pada tabel diatas langsung dapat
ditarik keimpulan sementara dari penelitian ini yaitu bahwa kegiatan
ekrakulikuler mempengaruhi nilai akademik siswa.
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan ektrakulikuler mempengaruhi
nilai akademik dan prestasi siswa.
B.
Saran
Setelah
ditarik kesimpulan sebagaimana tersebut diatas, selanjutnya kami mengajukan
beberapa saran :
1)
Sebaiknya
sekolah melengkapi sarana dan prasarana yang diperoleh dalam extra.
2)
Sebaiknya
siswa bisa mengatur waktu antara kegiatan belajar dan ektrakulikuler.
3)
Sebaiknya
guru bisa mengatur jadwal antara ektra yang satu dengan yang lain tidak
bertabrakan.
DAFTAR PUSTAKA
(y)
BalasHapusbagus, menarik, thanks buat infonya