Rabu, 18 Juni 2014

FENOMENA GEOSFER



BAB I

A.    LATAR BELAKANG
            Ilmu Geografi merupakan ilmu yang mempelajari berbagai hal tentang bumi, termasuk gejala – gejala alam, seperti tanah longsor, banjir, gempa bum. Dan yang akan dibahas dalam makalah kami adalah Gempa Bumi. Gempa Bumi merupakan peristiwa alam yang sangat menghancurkan dan sulit atau bahkan tidak bisa dideteksi.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa yang dimaksud gempa bumi?
2.      Apa penyebab terjadinya gempa bumi?
3.      Sebut dan jelaskan macam – macam gempa bumi?
4.      Bagaimana cara mencegah terjadinya gempa bumi?
5.      Apa yang dimaksud dengan gelombang seismik?
6.      Bagaimana cara mengukur kekuatan gempa?
7.      Dimana lokasi gempa dunia?

C.    TUJUAN
            Tujuan kami membuat makalah dengan tema “Gempa Bumi” adalah untuk memberikan informasi tentang gempa bumi, baik penyebab dan akibat gempa tersebut, maupun jenis – jenisnya, serta lokasi gempa dunia, dan lain – lain.

D.    PENDEKATAN GEOGRAFI
            Gempa bumi termasuk ke dalam pendekatan geografi keruangan (Spotial Approach) karena gempa bumi adalah kejadian yang alami dan tidak ada kaitannya dengan campur tangan manusia.



BAB II

A.   PEMBAHASAN

1.1  Pengertian Gempa Bumi
            Gempa bumi adalah gerakan keras yang terjadi secara tiba – tiba di bawah permukaan bumi. Kadangkala bumi bergoncang hebat, sehingga bangunan rumah dan gedung – gedung runtuh, jalan dan jembatan rusak serta
saluran air dan kawat listrik putus.
Gempa merupakan peristiwa alam yang sangat menghancurkan. Gempa terjadi tidak dengan peringatan atau tanda – tanda awal, tetapi berlangsung begitu saja.
            Kejadian gempa, baik ringan maupun dasyat, masih merupakan misteri sampai tahun 1960-an. Para ahli seismologi selama beberapa tahun melakukan penelitian mengenai gempa yang terjadi. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pusat gempa di permukaan bumi yang disebut episenter berada di sepanjang jalur perbatasan lempeng kerak bumi.
1.2  Penyebab Terjadinya Gempa Bumi
            Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa bumi itu terjadi.
            Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan-lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Besar kemungkinan terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit ke dalam mengalami transisi fase pada pedalaman lebih dari 600 KM. Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena bergeraknya magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (namun jarang) juga terjadi karena menumpuknya masa air yang sangat besar di balik Dam, seperti Dam Karabia, Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi ( atraksi) cairan dari atau ke dalam bumi. Contoh pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Orsenal. Terakhir gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga Seismisitas Terinduksi.

1.3  Macam – macam Gempa Bumi
1)      Gempa Tektonik
      Gempa Bumi tektonik adalah jenis gempa Bumi yang disebabkan oleh pergeseran lempeng plat tektonik. Gempa ini terjadi karena besarnya tenaga yang dihasilkan akibat adanya tekanan antar lempeng batuan dalam perut Bumi.[1] Gempa Bumi ini adalah jenis gempa yang paling sering dirasakan, terutama di Indonesia.
PenyebabGempa tektonik yang kuat sering terjadi di sekitar tapal batas lempengan-lempengan tektonik. Lempengan-
Lempengan tektonik ini selalu bergerak dan saling mendesak satu sama lain. Pergerakan lempengan-lempengan tektonik ini menyebabkan terjadinya penimbunan energi secara perlahan-lahan. Gempa tektonik kemudian terjadi karena adanya pelepasan energi yang telah lama tertimbun tersebut. Gempa tektonik biasanya jauh lebih kuat getarannya dibandingkan dengan gempa vulkanik, maka getaran gempa yang merusak bangunan kebanyakan disebabkan oleh gempa tektonik. [2]. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tectonic plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik. Peta penyebarannya mengikuti pola dan aturan yang khusus dan menyempit, yakni mengikuti pola-pola pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi. Dalam ilmu kebumian (geologi), kerangka teoretis tektonik lempeng merupakan postulat untuk menjelaskan fenomena gempa Bumi tektonik yang melanda hampir seluruh kawasan, yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng tektonik. Contoh gempa tektonik ialah seperti yang terjadi di Yogyakarta, Indonesia pada Sabtu, 27 Mei 2006 dini hari, pukul 05.54 WIB.


2)      Gempa Bumi Vulkanik (Gunung Api)

Gempa Bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi, maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempa bumi. Gempa Bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tadi. Contoh nya : Gempa Gunung Krakatau , yang terletak di selat Sunda .


3)      Gempa Bumi Runtuhan
Selain gempa tektonik dan gempa vulkanik, gempa bumi dapat terjadi karena runtuhan lapisan batuan bagian atas. Kegiatan penambangan bawah tanah menyisakan rongga-rongga dibawah tanah. Rongga-rongga bawah tanah yang berupa gua-gua juga dapat terbentuk oleh pelarutan batuan kapur. Apabila rongga-rongga bawah tanah itu runtuh,bumi akan bergetar. Gempa jenis ini bersifat lokal dan kekuatannya paling lemah bila dibandingkan kedua gempa di atas.
1.4 Cara Mengatasi Gempa

1.      Perkuatan bangunan dengan mengikuti standar kualitas bangunan.
2.      Pembangunan fasilitas umum dengan standar kualitas yang tinggi.
3.      Perkuatan bangunan-bangunan vital yang telah ada.
4.      Rencanakan penempatan pemukiman untuk mengurangi tingkat kepadatan hunian di daerah rawan gempa bumi.
5.      Zonasi daerah rawan gempa bumi dan pengaturan penggunaan lahan.
6.      Pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya gempa bumi dan cara - cara penyelamatan diri jika terjadi gempa bumi.
7.      ikut serta dalam pelatihan program upaya penyelamatan, kewaspadaan masyarakat terhadap gempa bumi, pelatihan pemadam kebakaran dan pertolongan pertama.
8.      Rencana kontinjensi/kedaruratan untuk melatih anggota keluarga dalam menghadapi gempa bumi.
9.      Pembentukan kelompok aksi penyelamatan bencana dengan pelatihan pemadaman kebakaran dan pertolongan pertama.

1.5.Gelombang Seismik

GelombangSeismik
Gempa yang mengguncang bumi getarannya dapat dirasakan dalam radius jarak yang jauh. Mengapa demikian? Karena,gempa menciptakan sebuah gelombang yang disebut gelombang seismik(gelombang gempa). Gelombang seismik ini merambat ke segala arah dari sumber atau titik asal gempa di bawah tanah. Gelombang seismik dapat diibaratkan gelombang yang terjadi bila kerikil yang dijatuhkan ke genangan air. Gelombang sesmik ada yang merambat lewat bagian dalam bumi dan ada yang merambat sepanjang permukaannya. Dengan alat pengukur gempa, ahli geologi telah mengidentifikasi tiga jenis gelombang seismik yaitu :
1.       Gelombang pertama yang mencapai seismograf adalah gelombang primer (P). Gelombang primer mempunyai sifat yang sama seperti gelombang bunyi yang merambat melalui udara. Gelombang primer (P) merupakan bentuk gelombang kompresi yang merambat melalui batuan dengan memanfaatkan dan memuaikan batuannya sendiri.
2.       Gelombang kedua adalah gelombang sekunder (S) yang merambat menembus batuan dengan gerakan naik turun.
3.       Bila gelombang P dan S mencapai permukaan, sebagian berubah menjadi gelombang seismik jenis ketiga yang merupakan gelombang permukaan.
1.6.Cara Mengukur Gempa

Cara Mengukur Gempa :

Para ilmuwan mengukur kekuatan gempa dengan dua cara.
Pertama, menggunaka
n alat pengukur yang disebut Skala Richter. Mereka mengukur jumlah energy gempa yang dilepaskan dengan member sekala 0 sampai dengan 9. Gempa berkekuatan Skala Richter berarti 100 juta kali kuatnya dari gempa berskala 1
Kedua, Skala Mercalli mengukur jumlah kerusakan gempa dan memberi skor dari 1 sampai dengan 12. Skor 1 berarti gempa tidak berbahaya, tetapi skor 12 berarti gempa merusak seluruh bangunan.


1.7.Lokasi Gempa Dunia

Lapisan kerak bumi terdiri atas beberapa lempeng. Lempeng-lempeng yang membentuk lapisan luar bumi tidak bersifat diam, tetapi bergerak perlahan dengan kecepatan 10 cm pertahun. Gerakan lempeng-lempeng tektonik ini ada yang saling bertabrakan, saling menjauh dan saling bergesekan. Di sepanjang perbatasan dua lempeng merupakan lokasi atau sumber gempa bumi yang paling sering terjadi. Selain gempa bumi, disepanjang perbatasan itu juga merupakan jalur gunung api. Dengan demikian, sumber gempa bumi dapat dikatakan identik dengan jalur gunung api.

                        Gambar Peta Lempeng

                                                            G. Lokasi Gempa Bumi.JPG

B.   PRINSIP


Prinsip Korologi  : gabungan dari 3 prinsip yaitu prinsip Persebaran ,karena di bumi ini tersebar lempeng bumi yang berbeda. Prinsip Interelasi karena gempa bumi dapat menyebabkan hancur nya bangunan yang ada disuatu wilayah yang terjadi gempa. Dan prinsip deskripsi , karena di makalah ini menjelaskan tentang  gempa bumi dan disertai dengan gambar peta lempeng .

C.   KONSEP


1.      Konsep Lokasi            :  Gempa Gunung Krakatau terletak di Selat Sunda .
2.      Deferensiasi Area        : Di Pulau Jawa , Sumatera sering terjadi gempa bumi vulkanik karena banyak terdapat gunung berapi , sedangkan di P.Kalimantan tidak pernah terjadi gempa bumi vulkanik karena di P.Kalimantan tidak ada gunung berapi.
3.      Morfologi                    : Di wilayah Asia banyak terdapat Gunung.



BAB III

A. KESIMPULAN

                  Dari uraian diatas terdapat beberapa kesimpulan yaitu:
1.      Gempa bumi adalah getaran yang terjadi permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi).
2.      Macam-macam gempa bumi adalah gempa tektonik , gempa vulkanik dan runtuhan .
3.      Gempa bumi disebabkan oleh pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan  oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itu lah gempa bumi akan terjadi.
4.      Lokasi gempa dunia adalah jalur gunung api .

B. SARAN
                   Saran yang dapat disampaikan penulis sebagai berikut:
Untuk mengantisipasi gempa bumi yang sampai saat ini belum bisa diprediksikan mana akan terjadi maka dapat dilakukan beberapa langkah sebagai berikut :
1.      Menentukan tempat-tempat berlindung yang aman jika terjadi gempa bumi.
2.      Menyediakan air minum untuk keperluan darurat.
3.      Menyiapkan tas ransel yang berisi (atau dapat diisi) barang-barang yang sangat dibutuhkan di tempat pengungsian.
4.      Membangun bangunan  tahan gempa .
5.      Berhati-hati jika anda bekerja di tambang yang memungkinkan trejadi gempa runtuhan.
6.      Waspada bila pemukiman rumah dekat dengan gunung berapi yang masih aktif.





DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar